3 Alasan Messi Dicoret FIFA Dari Nomine Finalis Pemain Terbaik Dunia

Tersingkirnya nama bintang Barcelona dari 3 besar Pemain Terbaik Dunia 2018 masih menjadi sorotan. Banyak pro dan kontra dari para pemerhati sepakbola dunia muncul akibat keputusan FIFA yang mencoret nama Messi.

Untuk yang kontra, beberapa alasan sudah mengemuka. Contohnya saja bintang Barcelona ini terbilang memiliki penampilan yang konsisten sepanjang musim 2017/2018 bersama Barca.

Bahkan secara statistik, Leo unggul dari Luka Modric, Mohamed Salah, dan Cristiano Ronaldo dari urusan mencetak gol, mengkreasi serangan, serta mengirim assist. Namun terlepas dari itu semua, di bawah ini adalah 3 alasan yang bisa menjadi counter attack dan menjadikan keputusan dari FIFA ini sudah sangat tepat.

Sangat Mengecewakan Di Piala Dunia

Messi gagal total memenuhi harapan publik Argentina membawa Negaranya berjaya di pentas Piala Dunia 2018 Rusia. Maklum saja, sudah 25 tahun sejak Argentina terkahir kali mengangkat trofi juara.

Seperempat abad yang lalu, Gabriel Batistuta dan rekan-rekannya mengangkat trofi Copa America 1993. Dan jika merunut ke belakang lagi, tepatnya sudah 32 tahun yang lalu, kali trekhit Argentina berhasil menjuarai Piala Dunia.

Nama Messi di pentas internasioanl semakin meredup. Terlebih lagi setelah gagal di Piala Dunia Rusia kemarin. Hal ini terjadi setelah Tim Tango dipecundangi Prancis di babak 16 besar dengan skor 4-3.

Kurang Moncer Di Liga Champions

Liga Champions bisa dibilang selalu menjadi incaran klub-klub elit Eropa. Termasuk bisa menjadi garansi bagi para pemainnya. Ketika klub bisa bermain bagus di pentas tersebut, hampir bisa dipastikan pemain yang behasil bermain bagus akan membawa ke jenjang pernghargaan individu, termasuk diantaraya adalah Pemain Terbaik Dunia versi FIFA.

Klub yang dibelanya, Barcelona selalu tersingkir di babak perempatfinal pada edisi Liga Champions tiga tahun terakhir. Barca gagal melewati hadangan Atletico Madrid, Juventus, dan AS Roma.

Kegagalan Barca ini membuat Messi tidak bisa mengimbangi pencapaian gelar ganda, Juara La Liga Spanyol dan Copa del Rey, plus gelar individu Sepatu Emas untuk yang kelima kalinya.

Dalam hal ini, bintang Barcelona tersebut terbukti kurang bisa tampil menawan di area benua Eropa, yang sebenarnya memang menjadi penilaian penting FIFA untuk menentukan 3 finalis Pemain Terbaik Dunia.

Gagal Mengangkat Diri

Kegagalan Sang Messiah dalam menaikkan “derajad” bisa dibilang sebagai hal yang dianggap menurunkan penilaian terhadap Messi. Hal ini lantas menjadi akumulasi dari penilaian mulai level domestik, regional, dan internasional.

Ketiga aspek tersebut yang akhirnya menjadi titik lemah Messi yang dianggap kurang konsisten dalam menciptakan efek “juara”. Dalam hal ini Messi hanya berjaya bersama dengan Barca, tapi mati kutu ketika membela Timnas Argentina.

Bersama Argentina, Messi dianggap gagal naik kelas. Julukan Sang Messiah tidak manjur ketika dirinya berkostum Tim Tango. Oleh sebab itu, wajar saja jika FIFA mencoret namanya dari kandidat 3 besar penerima penghargaan Pemain Terbaik Dunia 2018.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *