4 Alasan Juara La Liga Musim 2018/2019 Adalah Real Madrid

Real Madrid secara mengejutkan berhasil menjadi juara Liga Champions ketiga secara bertutut-turut pada musim lalu. Tapi sayangnya di kompetisi domestik, El Real hanya mampu finis di posisi ke tiga.

Hengkanya Cristano Ronaldo ke Juventus bisa dikatakan sebagai sebuah kejutan yang dilakukan oleh Los Blancos pada jendela transfer musim panas 2018. Banyak yang meyakini, tanpa Ronaldo, Los Blancos akan kesulitan bersaing dengan rival abadinya Barcelona.

Meskipun demkian, Madrid tetap saja salah satu klub elit Eropa. Rasa-rasanya masih terlalu dini untuk mencoret namanya dari persaingan juara La Liga musim 2018/2019. Bahkan bisa dikatana, justru peluang Madrid menjuarai Liga Spanyol musim ini terbuka cokup lebar. Masih belum percaya? Di bawah ini adalah buktinya.

Geser Fokus ke Liga

Setelah berhasil mempecundangi Liverpool di laga final Liga Champions, El Real membuktikan bahwa klub ini masih tetap menjadi raja Eropa. Namun di sisi lain, Madrid gagal meraih kesuksesan di pentas domestik lantaran Barcelona mampu meraih gelar juara La Liga sekaligus Copa del Rey.

Pada musim kemaren, sang pelatih Zinedine Zidane mengatakan jika akan lebih sulit untuk memenangkan Liga. Maka dari itu, fokus dari klub adalah meraih gelar ketiga Liga Champions secara beruntun.

Setelah berhasil memenangkan empat gelar Liga Champions dalam kurun waktu lima tahun terakhir, rasa-rasanya sekaranglah waktunya bagi Madrid untuk lebih fokus merebut gelar di Liga Domestik.

Gaya Permaian Lopetegui

Selama menangani tim junior Spanyol dan berhasil membawa Timnas Spanyol U-19 dan U-21 menjadi juara, Julen Lopetegui menegaskan jika dirinya lebih suka membangun serangan lewat penguasaan bola serta mendistribusikannya dengan benar.

Dan filosofi dari kepelatihan Lopetegui ini sudah pasti akan diterapkannya saat melatih Madrid. Dengan gelandang kelas dunia seperti Luca Modrid, Isco, dan Toni Kross yang dikenal piawai dalam penguasaan sekaligus mengumpan, rasa-rasanya Madrid akan tampil superior musim ini.

Bangun Permainan dari Belakang

Jika diperhatikan, kunci sukses dari Barcelona di Liga Spanyol selama bertahun-tahun adalah lewat gaya permainannya yang dibangun mulai dari lini belakang. Barca selalu melibatkan fullback untuk membantu sebuah serangan.

Musim kemaren, Madrid terlihat kesulitan membangun permainan dari lini belakang. Namun Lopetegui menginginkan jika para pemain bertahannya harus bisa memberikan kontribusi lebih dalam serangan dan juga harus efisien saat mengoper bola.

Dengan Lopetegui menjadi pucuk pimpinan Madrid, para pemain bertahan dan gelandang akan bekerja sebagai tim. Sehingga nantinya Madrid bisa menciptakan serangan dari lini belakang melalui fullback mereka yang berada lebih tinggi.

Apalagi saat ini Madrid memiliki fullback sekelas Marcelo dan Dani Carvajal. Yang secara kualitas bisa menjawab apa yang diinginkan oleh pelatih baru Madrid tersebut. Tipe bek sayap modern yang kuat dalam bertahan sekaligus menyerang.

Kedalaman Skuat

Meskipun ditinggal pergi salah satu bintangnya, tapi rasa-rasanya Madrid masih tetap dihuni oleh skuat terbaik diantara semua klub Eropa saat ini. Mulai dari kiper sampai straiker dihuni oleh para pemain bintang kelas dunia.

Apalagi saat ini Madrid juga sudah kedatangan salah satu kiper terbaik di dunia, Thibaut Courtois. Pastinya akan semakin menambah kekuatan yang ada di lini belakang El Real. Selain itu, Madrid juga kedatangan Vinicius Junior dan Alvaro Odriozola yang bisa semakin menambah kuat kedalaman skuat yang dimiliki Madrid musim ini.

Meskipun pada bursa transfer musim panas 2018 Los Blancos kurang begitu aktif, tapi kedalaman skuat yang dimiliki Real Madrid saat ini masih bisa diandalkan untuk merebut gelar juara La Liga dan Copa del Rey musim 2018/2019.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *