Ada Campur Tangan Arsenal Dibalik Membaiknya Pertahanan MU

14 Shares

Penampilan barisan pertahanan Manchester United sejak ditangani Ole Gunnar Solksjaer bisa dikatakan terus membaik. Sejak ditunjuk untuk menggantikan Jose Mourinho pada Desember 2018 lalu, The Red Devils hanya kebobolan 9 gol dari 14 pertandingan serta berhasil mencatatkan 7 clean sheet.

Peningkatan ini sebenarnya tidak terlepas dari kejelian Solskjaer dalam menempatkan pemainnya. Di lini belakang Setan Merah yang menggunakan empat bek, pria asal Norwegia ini menempatkan duet Luke Shaw dan Ashley young sebagai bek sayapnya.

Selain itu, dirinya juga tetap mempertahankan Victor Lindelof yang berhasil tampil memukai sejak era Mourinho. Sementara itu, Phil Jones diplot menjadi patner utama Lindelof.

Semenjak bermain imbang 2-2 saat melawan Burnley, MU tercatata belum pernah sekalipun kebobolan. Menurut sang pelatih kebangkitan barisan pertahanan Setan Merah ini ternyata tidak lepas dari pengalaman ketika membungkam Spurs 1-0 dan 3-1 atas Arsenal di Piala FA.

Meningkatkan Performa Tim

Setelah pertandingan tersebut, pelatih asal Norwegia ini mengatakan jika tidak hanya memperbaiki barisan belakang pasukannya saja. Dirinya juga berusaha untuk membenahi komposisi lini tengah MU.

Dengan semakin kokohnya lini tengah Setan Merah, hal ini secara otomatis membantu empat bek untuk bermain sebagai empat bek sehingga tidak tersebar di semua tempat. Sebab filosofi bermain yang diterapkan oleh Solksjaer adalah sistem Zona. Bukan mengikuti pemain lawan.

Gaya bermain yang diterapkan oleh Solksjaer ini secara otomatis juga membutuhkan kesolitan dari para gelandangnya. Dan sepertinya Solksjaer tidak perlu memusingkannya. Terlebih lagi saat ini MU dikenal memiliki stok gelandang yang cukup melimpah.

Dan ketangguhan barisan pertahanan MU kembali teruji saat bertandang ke markas Crystal Palace dini hari tadi. Dalam pertandingan tersebut Setan Merah juga berhasil membawa 3 poin penuh dengan skor 1-3.

Namun meskipun demikian, Solksjaer harus berpikir cukup keras lagi untuk meningkatkan performa tim yang diasuhnya saat ini. Terlebih lagi jika Manchester United harus bermain di level yang lebih tinggi seperti Liga Champions.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *