Ancelotti Beberkan Alasan Kenapa Sampai Dipecat Oleh Bayern Munchen

0 Shares

Carlo Ancelotti ditunjuk menjadi pelatih kepala Bayern Munchen pada 1 Juli 2017. Bersama pelatih berkebangsaan Italia ini, Bayern lantas menjelma menjadi klub tangguh dengan berhasil mencatatkan 43 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 9 kekalahan di semua ajang yang diikuti oleh Munchen.

Selain itu, bersama Munchen Ancelotti juga berhasil mempersembahkan gelar juara Piala Super Jerman 2016, 2017, dan titel juara Bundesliga musim 2016/2017 selama 454 hari karirnya bersama dengan Bayern Munich.

Jika melihat beberapa keberhasilan yang ditorehkannya pada musim pertamanya melatih Bayern, sebebarnya tidak begitu mengecewakan. Hanya saja pada saat itu, Munchen gagal total di Liga Champions.

Meskipun demikian, secara mengejutkan manajemen Munich memilih untuk berpisah dengan eks pelatih AC Milan ini. Pria 59 tahun ini kemudian memutuskan untuk melatih Napoli pada musim 2018/2019.

Penyebab Ancelotti Dipecat

Ancelotti praktis hanya semusim melatih Munchen usai dirinya dipecat pada awal musim keduanya bersama dengan juara bertahan Bundesliga ini. Ancelotti kabarnya dipecat lantaran ketidak harmonisan yang terjadi di ruang ganti Munchen.

Ketika baru memulai musim keduanya, secara mengejutkan manajemen Munich memilih untuk berpisah dengan pria berkebangsaan Italia ini, tepatnya pada 28 September 2017.

Banyak rumor yang berkembang jika alasan terbesar kenapa sampai dirinya diberhentikan lantaran eks pelatih Real Madrid ini kehilangan suara di ruang ganti Munchen. Dikabarkan sejumlah pemain pilar semacam Arjen Robben, Franck Ribery, dan Robert Lewandowski kurang sejalan dengan caranya menangani tim.

Pria yang saat ini menangani Napoli ini akhirnya buka suara juga. Menurutnya, penyebab kenapa dirinya sampai diberhentikan ditengah jalan saat masih menjadi pelatih kepala Munchen lebih disebabkan karena adanya perbedaan visi terkait dengan perubahan.

Robben Ungkap Kegagalan Ancelotti Selama Melatih Bayern

Hal yang cukup mengejutkan datang dari winger senior Munchen, Arjen Robben. Robben membeberkan keburukan mantan pelatihnya Ancelotti. Menurutnya alasan terbesar kenapa sampai Ancelotti dipecat bukan lantaran beda visi, tapi lebih ke prestasi buruk yang dialami Munchen dalam beberapa pertandingan terakhirnya bersama dengan Bayern.

Puncak dari semua itu adalah pada saat FC Hollywood dipecundangi oleh Paris Saint-Germain dengan skor yang cukup telak 0-3 pada ajang Liga Champions. Akhirnya Don Carlo pun harus rela melepaskan jabatannya yang sudah diembannya sejak 2016.

Selain itu rumornya pelatih berjuluk Don Carlo ini dikabarkan kurang disenangi oleh beberapa bintang Munchen. Bahkan tak kurang dari 5 pemain Bayern dikabarkan sampai melontarkan kritik terkait dengan gaya kepelatihan Ancelotti.

Salah satu pemain yang dengan jelas melawan metode kepelatihan yang diusung pelatih berpaspor Italia ini adalah Robben. Bahkan dirinya sampai berujar jika metode latihan di klub anaknya diklaim lebih baik jika dibandingkan dengan metode latihan yang diterapkan oleh Ancelotti.

Tidak hanya itu saja, bahkan para pemain yang sudah memutuskan untuk hengkang dari Munchen seperti Philipp Lahm dan Xabi Alonso  pun sempat melontarkan kritikan terhadap metode latihan yang diterapkan Ancelotti.

Tapi jika melihat beberapa prestasi yang sudah pernah ditorehkan oleh Ancelotti bersama dengan beberapa klub yang pernah dilatih sebelumnya, rasa-rasanya pendapat dari beberapa pemain Munchen ini terkesan pendapat yang subyektif.

Tentunya Anda semua pastinya sangat sepakat jika Ancelotti adalah salat satu pelatih sepakbola terbaik di dunia saat ini. Terlepas dari itu semua, alasan yang paling logis kenapa Ancelotti sampai dipecat dari Bayern Munchen lebih ke perbedaan visi terkait dengan perubahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *