Bukti Permainan Madrid Lebih Menakutkan Selepas Ronaldo Hengkang

1 Shares

Banyak fans Real Madrid yang menyayangkan keputusan manajemen saat menjual salah satu mega bintangnya, Cristioano Ronaldo ke Juventus pada bursa transfer musim panas 2018.

Tidak hanya para Madridista saja yang merasa kecewa dengan keputusan manajemen Madrid ini, banyak pengamat sepakbola yang merasa jika apa yang dilakukan oleh Madrid ini merupakan kesalahan yang cukup fatal.

Terlebih lagi, secara mengejutkan Zinedine Zidane mengundurkan diri setelah berhasil membawa Madrid hattrick Liga Champions. Kehilangan dua sosok penting inilah yang membuat banyak kalangan psimis dengan Los Blancos musim 2018/2019.

Sebenarnya wajar saja jika banyak kalangan yang berpikir seperti itu. Apalagi pada bursa transfer musim panas 2018, El Real tidak seperti biasanya dalam berburu pemain incarannya.

Bahkan beberapa pemain yang digadang-gadang menjadi suksesor Ronaldo gagal didatangkan oleh manajamen Madrid. Mulai dari Neymar, Kylian Mbappe, Harry Kane, sampai Eden Hazard tidak ada satupun yang berhasil di daratkan ke Santiago Bernabeu.

Madrid Berhasil Membalikkan Prediksi

Meskipun sebelumnya banyak yang psimis dengan performa Los Blancos musim 2018/2019, tapi rasa-rasanya hengkanya Ronaldo ke Juventus justru memberikan berkah tersendiri.

Bahkan sepertinya hengkanya CR7 tidak memberikan pengaruh yang besar pada performa Madrid musim ini. Justru sebalinya, para punggawa Los Merengues tampak menjadi lebih bersahabat.

Peraih Ballon D’Or lima kali tersebut memutuskan pergi dari Santiago Bernabeu setelah terjadi kesepakatan antara manajemen Madrid dengan Juventus. CR7 pindah ke juara bertahan Serie A Italia tersebut dengan biaya transfer sebesar 100 juta euro.

Hal tersebut lantas membuat banyak pihak meyakini jika kekuatan Madrid akan berkurang drastis musim ini. Bahkan salah satunya datang dari bintang Barcelona, Lione Messi yang meyakini jika El Real sudah tidak semenakutkan dulu lagi.

Bermain Secara Tim

Apa yang diyakni banyak pihak tersebut terbantahkan dengan performa yang dipertontonkan Madrid dalam beberapa pertandingannya di La Liga. Menurut laporan yang dilansir Marca, saat ini para punggawa juara bertahan Liga Champions ini tampak lebih bersahabat jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Menurut Marca, sekarang ini Los Blancos bermain dengan 11 orang, tidak lagi 10 tambah 1 seperti halnya pada sembilan tahun terakhir. Saat ini jika ada pemain yang mendapatkan operan buruk, mereka akan mendukung rekan setimnya yang melakukannya.

Sektor Penyerangan Menjadi Lebih Bebas

Kepergian kapten Portugal ini juga membuat lini penyerang Madrid lainnya, Gareth Bale menjadi tumpuan utamanya. Namun berbeda dengan CR7, pria asal Wales ini tidak terlalu menuntut seperti apa yang dilakukan oleh CR7 dulu.

Selain itu, Bale juga sangat baik dalam membangun kerja sama yang seimbang dengan penyerang lainnya, Karim Benzema dan Marco Asensio. Hasilnya pun bisa dilihat, El Real berhasil menyapu bersih tiga laga Liga Spanyol dan berhasil membobol gawang lawan-lawannya sebanyak 10 gol.

Kebebasan bermain ini juga bisa dilihat pada lini depan Madrid saat ini. Jika sebelumnya ada tekanan untuk selalu memberikan asupan kepada Ronaldo, saat ini para punggawa Los Blancos bisa tampil lebih bebas.

Mengusung Gaya Permainan Berbeda

Di bawah pelatih barunya, Julen Lopetegui, Madrid mengusung gaya permainan yang berbeda. Lopetegui lebih mengedepankan sepakbola indah dengan banyak penguasaan bola.

Pelatih baru Madrid ini menginginkan permainan Madrid tidak bertumpu pada satu pemain saja. Oleh sebab itu, kerja sama tim menjadi ciri khas utama pola permainan Madrid di bawah pelatih barunya ini.

Hal ini membuat gaya permaianan Madrid susah untuk ditebak. Jadi wajar saja jika saat ini banyak pihak yang menilai jika dibawah Lopetegui, Real Madrid justru akan semakin menakutkan dari sebelum-sebelumnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *