Catatan Kelam Sepakbola Indonesia Hingga Saat Ini

Tidak henti-hentinya prahara di dalam tubuh Sepakbola Indonesia. Prahara ini membuat prestasi Indonesia tidak kunjung membaik. Ini tentunya menyita perhatian publik manakala para pesepakbola Indonesia tidak kalah dalam hal memainkan si kulit bundar.

Prestasi Indonesia di lapangan hijau masih jauh dari harapan. Pemicunya adalah kurang profesionalnya pemegang kendali dalam menangani masalah yang ada. Contoh yang terbaru adalah kasus pengaturan skor pertandingan.

Kasus seperti ini bukanlah yang pertama kali di Indonesia. Tercatat dalam sejarah persepakbolaan nasional, kasus ini telah terjadi di masa lampau. Parahnya, kasus ini terus berlanjut sampai saat ini.

Kasus Menghebohkan Di Sepak Bola Indonesia

Deretan kasus yang menyeret sejumlah punggawa dan pemimpin federasi membuat perkembangan sepakbola Indonesia tidak bisa meningkat. Bisa dikatakan minim prestasi. Kecuali prestasi negatif yang membuat publik geleng-geleng kepala.

Setidaknya, ada 3 kasus yang mengindikasikan pengaturan pertandingan di masa lampau. Diantaranya adalah kasus Ramang, Skandal Senayan dan Galatama.

Kita ambil satu kasus saja, yaitu Ramang. Ia adalah pesepakbola professional yang muncul di tahun 1950an. Ia merupakan sosok penyerang tengah andalan timnas Indonesia dan PSM Makassar.

   Update: Kans PSM Makassar Juarai Liga 1 Indonesia Menipis

Kehebatannya sangat ditakuti lawan. Naluri mencetak golnya sangat menawan. Bahkan, ia termasuk salah satu penyerang tengah yang bisa mencetak gol di berbagai posisi. Mulai dari tendangan salto yang hanya bisa dilakukannya di masa itu, sampai tendangan penjuru yang langsung menghujam gawang lawan.

Yang membanggakan adalah kala Ramang mampu mengobrak-abrik pertahanan Uni Soviet di gelaran Ollimpiade Melbourne tahun 1956. Meskipun tidak bisa menyarangkan gol, ia tetap menjadi pusat perhatian. Buktinya adalah dijaga ketat saat terjadi pertandingan ulangan.

Meskipun begitu, kehebatannya tidak lantas mengharumkan namanya. Ia pernah tersandung kasus pengaturan skor. Tepatnya di tahun 1961.

Di tahun tersebut, Ramang yang membela PSM Makasar harus berhadapan dengan Persebaya yang baru saja terbentuk. Di lihat dari pertandingan, PSM harusnya menang sangat mudah. Terbukti dengan memimpin terlebih dahulu dengan skor 3:1.

Namun akhirnya, pertandingan tersebut berakhir imbang 3:3. Ketidakberesan laga ini lantas mengundang tanda tanya. Dibentuklah tim investigasi. Dan terkuaklah bahwa Ramang dan Noorsalam terlibat kasus pengaturan pertandingan.

Sang pemain dijatuhi hukuman larangan bermain seumur hidup. Dan sampai mati tidak pernah mengakui kesalahannya. Hanya saja, ia mengatakan jika mendapatkan hadiah dari teman yang mendapatkan uang dari hasil judi.

Perjudian ini sejauh ini masih terjadi. Penyebabnya adalah kurang sehatnya financial. Kondisi ini terjadi sampai saat ini. Dan ini menjadi catatan kelam dari sejarah Sepakbola Indonesia yang membuat prestasi Indonesia tidak segera membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *