Claudio Ranieri Terdepan Untuk Melatih AS Roma

0 Shares

Claudio Ranieri menjadi nama terdepan dalam mengisi kepelatihan jika isu pemecatan Di Francesco terjadi. Pelatih yang pernah menukangi Roma ini dianggap pas. Dan ia juga berada dalam status menganggur setelah melepas jabatannya bulan Mei kemarin.

AS Roma menjadi salah satu wakil Italia yang mampu tampil gemilang di liga champion musim lalu. Racikan Di Francesco mampu menjungkalkan tim-tim hebat. Contohnya adalah Barcelona yang disingkirkan di babak perempat final lalu.

Pencapaian terbaik Roma musim lalu adalah sampai partai semi final liga champion. Tim asal Italia ini sebenarnya bisa berbicara banyak dengan raihan golnya. Hanya saja, tim ini bisa dihentikan oleh Liverpool.

Isu Pemecatan Di Francesco

Meskipun perkasa di musim lalu, AS Roma tidak bisa mengulangi kegarangannya di musim ini. Ini dibuktikan dengan tampil buruk di 6 kali laga yang dimainkan.

Roma hanya mengantongi 1 kali kemenangan dari 5 pertandingan pembuka di Serie A. Kemudian Roma harus bertekuk lutut kala melakoni laga perdananya di liga champion musim ini.

Start buruk ini sejatinya telah diprediksi oleh banyak pihak. Para penggemarnya juga telah mengira sebelumnya. Hal ini didasari oleh bursa transfer musim panas lalu. Pemain-pemain kuncinya dilepas begitu saja. Ini sudah terjadi selama beberapa tahun belakangan.

Contoh paling nyata adalah pelepasan Moh Salah ke Liverpool. Pemain ini menjadi bintang di klub Inggris, bahkan mengantarkan klubnya mempecundangi Roma di semi final lalu.

Nampaknya, pelepasan pemain bintang ini tidak membuat jera managemen. Terbukti di musim panas ini, 3 pemain andalannya dijual kembali. Pemain kunci inilah yang mengantarkan tim mampu lolos di liga champion, serta mengantarkannya ke semi final musim lalu.

Pemain yang dimaksud adalah Raja Nainggolan, Allison Becker dan Strootman. Tak pelak jika skuad terpengaruh.

Banyak tifosi yang juga mengkritik strategi pasar yang dilakukan managemen. Tifosi juga menyoroti pelatihnya yang dianggapnya telah kehabisan strategi. Akibatnya, para pendukung merasa tak puas, dan imbasnya adalah muncul isu pemecatan sang pelatih.

Ranieri Calon Kuat Menggantikan Di Francesco

Ranieri tentu saja tidak asing dengan klub ibu kota Italia ini. Pelatih yang sukses di Leicester ini pernah menanganinya selama beberapa musim. Bahkan Roma hampir dibawanya menjadi juara Serie A.

Sang pelatih masih teringat memori kurang menyenangkan. Partai terakhir yang hanya menyisakan beberapa jam tidak berpihak pada sang pelatih. Inilah yang masih diingat Ranieri.

Meskipun begitu, ia mengatakan di halaman Goal Selasa 25/9/2018 bahwa Scudetto bersama AS Roma lepas dalam setengah jam laga pamungkas masih membekas di ingatannya. Namun begitu, ia telah membalaskannya dengan membawa gelar liga Inggris bersama Leicester.

Ia juga menyoroti bahwa kesalahan yang dilakukan Roma adalah menjual pemain kuncinya musim ini dengan alasan FPP. Penjualan inilah yang berdampak pada performa tim ibu kota.

Ketika ditanya apakah akan melatih Roma kembali, ia menjawab dengan kalem. Ia mengatakan jik ia adalah fans, dan tim ibu kota Italia ini ada di hatinya. Meskipun begitu, ia juga mendukung Di Francesco untuk terus melangkah.

Ranieri mengatakan jika Di Francesco adalah pelatih muda Italia terbaik yang ada saat ini. Ketika Roma mendatangkan pemain di musim lalu, ini berarti pelatih tahu betul pemain yang dibutuhkannya dalam racikan strategi.

Terlepas dari pujian yang dilayangkan Ranieri, isu pemecatan Di Francesco tetap memanas. Keputusan akan diambil setidaknya ketika Roma melakoni dua laga di serie A mendatang. Jika terjadi pemecatan, bukan tak mungkin jika Claudio Ranieri akan menjadi penggantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *