Edy Rahmayadi Didesak Publik Untuk Segera Mundur Sebagai Ketua PSSI

Desakan bagi Edy Rahmayadi agar melepaskan jabatan dari ketua PSSI semakin kencang. Publik sepakbola kecewa dengan kinerjanya. Tak ayal jika publik ramai-ramai melontarkan pernyataan agar PSSI segera dipegang oleh ketua yang baru.

Alasan Publik Mendesak Mundurnya Edy

Publik menganggap jika Edy tidak professional dalam menjalankan kepemimpinannya. Ini dibuktikan dari sejumlah keputusan yang dianggap main-main. Akibatnya, performa timnas Indonesia mengalami kemunduran.

Keputusan yang dianggap main-main adalah penunjukan pelatih timnas menjelang kejuaaraan AFF baru-baru ini. Keputusan ini bahkan dikritisi oleh sejumlah pakar olahraga. Karena keputusannya dianggap kurang professional.

Polemik itu dimulai kala membiaskan berita tentang siapa yang akan menangani timnas Indonesia sebelum kejuaraan berlangsung. Sempat diberitakan akan memperpanjang masa bakti Milla, namun kenyataannya tidak terjadi.

    Update: Eko Purdjianto Menyayangkan Tindakan Supporter Bali United

Akhirnya, Bima Sakti yang ditunjuk untuk menggantikan Luis Milla. Padahal, pengalamannya masih belum mumpuni untuk menangani timnas.

Persiapan yang minim inilah yang membuat prestasi timnas jeblok. Timnas Indonesia tidak bisa menampilkan permainan yang cemerlang. Padahal publik sangat yakin sebelumnya kala dipegang oleh Luis Milla.

Terlihat penampilan Timnas sangat bagus. Tapi setelah ditinggal Milla, timnas Indonesia tidak mampu menunjukkan performa menawannya. Akibatnya, timnas harus tersingkir dari babak penyisihan grup Suzuki cup kemarin.

Selain keputusan ini, publik menganggap jika Edy sudah tidak fokus lagi pada jabatannya. Hal ini dikarenakan Edy sendiri menjadi seorang Gubernur di Sumater Utara. Tak ayal jika publik meminta agar Edy mengundurkan diri secepatnya.

Direktur Utama Persija Tanggapi Desakan Mundur Edy

Semakin panasnya desakan ini membuat banyak pihak angkat bicara. Salah satunya adalah direktur utama Persija, Gede Widiade.

Ia mengatakan jika menurunkan jabatan itu bukanlah perkara yang mudah. Ada mekanisme yang harus dijalankan. Jika tidak, maka penurunan jabatan ini akan sangat lucu.

Ia menambahkan bahwa mengkritik kinerja itu baik. Asalkan kritik tersebut membangun. Dan seluruh pihak harus berfikir positif. Karena ini untuk kepentingan persepakbolaan nasional.

Kalau ingin menurunkan atau mempertahankan, biarkan pada pemegang vote yang sah, imbuh Gede. Jadi, bila tidak dilakukan oleh pemegang hak, maka itu hanya buang-buang waktu saja meskipun didukung ribuan orang.

Kesimpulannya, dipertahankan atau tidaknya ini bergantung pada pemegang hak vote. Kita tunggu saja keputusan apa yang tepat mengenai Edy Rahmayadi ini.

   Update: Milan Petrovic Penuhi Janjinya Kala Arema Bertemu PS Tira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *