Inilah Yang Membuat Hubungan Max Allegri Dan Petinggi Juventus Retak

0 Shares

Hubungan antara Max Allegri dan Presiden Juventus tidak semanis dulu. Keretakan hubungan antara keduanya disinyalir akan mengakhiri kerjasama antara keduanya. Bahkan dikabarkan jika managemen sedang mencari suksesor Allegri secepatnya.

Kegagalan di kancah Eropa membuat posisi Allegri kian tersudut. Sang presiden sangat tidak puas dengan hasil ini. Padahal Juventus termasuk salah satu klub besar yang rutin meraih title liga domestik.

Dilaporkan di laman Bolasport Sabtu 11/5/2019 bahwa keretakan hubungan antara keduanya bukan disebabkan oleh Kontrak maupun urusan keuangan. Ada masalah lain yang menyebabkan ketegangan antara keduanya.

Di laman yang sama, pemicu utamanya adalah sang presiden menginginkan pendekatan lain untuk urusan taktik permainan yang dijalankan oleh Max Allegri. Presiden agaknya kecewa dengan kurang beraninya Allegri dalam meracik strategi. Akibatnya, keputusan untuk menggantinya dipandang sebagai solusi terbaik.

Seperti yang diketahui bahwa Allegri dikenal sebagai pelatih yang pragmatis. Dirinya dikenal tidak sungkan untuk bermain bertahan. Bahkan tidak bermain cantik untuk memburu kemenangan.

Andrea Agnelli butuh sosok pelatih yang bisa menjamin permainan yang lebih menyerang. Bukan permainan yang bertahan dan cenderung membosankan. Makanya, Agnelli dikabarkan sedang mengincar pelatih dengan filosofi menyerang di musim ini.

Cukup banyak pelatih dengan tipikal menyerang yang diincar oleh Juventus. Diantaranya adalah nama-nama beken yang memiliki record bagus di karir kepelatihannya. Diantaranya adalah Didier Deschamp, Zinedine Zidane, Pep Guardiola, Maurizio Sarri sampai yang terbaru Mauricio Pochettino.

Kesemua pelatih tersebut mulai diperhitungkan. Sayangnya, masing-masing pelatih agaknya sulit untuk didatangkan. Terkecuali Didier Deschamp yang namanya mencuat kala mengarsiteki timnas Perancis.

Kabarnya, Antonio Conte juga dikaitkan dengan Juventus. Sayangnya, ada kabar jika salah satu bagian Juventus yang tidak ingin dilatih oleh pelatih asal Italia tersebut.

Kini, managemen Juventus sedang mempertimbangkan banyak nama sebagai suksesor Allegri yang dipandang gagal di kancah Eropa. Kegagalan ini dinilai murni dari gaya bertahan yang diusung oleh sang pelatih.

Intinya, petinggi Juventus butuh gaya bermain menyerang. Dan mendatangkan pelatih dengan filosofi tersebut wajib didatangkan. Mungkin salah satu pelatih yang disebutkan di atas bisa didaratkan musim panas mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *