Karena Rasisme, Oezil Sampai Memutuskan Pensiun Dari Timnas Jerman

0 Shares

Salah satu bintang Liga Inggris ini merasa sangat murka atas apa yang menimpa dirinya setelah penampilan Jerman di Piala Dunia 2018 sangat mengecewakan. Bahkan dirinya sampai memutuskan untuk pensiun dari Timnas Jerman.

Oezil merasakan diskriminasi atas pertemuannya dengan presiden Turki Recep Tayyib Erdogan yang terjadi pada bulan Mei yang lalu. Tapi gelandang Arsenal ini tidak terima jika foto tersebut dianggap sebagai muatan politis.

Oezil mengumumkan pensiunnya dari Timnas Herman lewat akn Twitter pribadinya. Meskipun sebenarnya berat, tapi dirinya sangat kecewa dengan perlakukan rasialis yang dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Jerman (DFBP).

Oezil melakukan debut pertamanya bersama dengan Timnas Jerman pada tahun 2009. Jika dihitung sampai penampilannya di Piala Dunia 2018, tercatat dirinya sudah tampil bersama Timnas Jerman sebanyak 92 kali dan mencetak 23 gol. Bahkan dirinya juga turut ambil bagian pada saat Jerman juara Piala Dunia 2014 Brasil lalu.

Tidak hanya itu saja, sebenarnya Oezil juga ikut berjasa mengantarkan Timnas Jerman saat menjuarai Piala Eropa U-21 pada tahun 2009 silam. Tentunya kontribusi Oezil untuk Jerman sudah tidak bisa diragukan lagi.

Jerman Jika Menang, Tapi Imigran Jika Kalah

Setelah Jerman gagal total pada Piala Dunia Rusia 2018, banyak perlakukan yang kurang mengenakkan diterima oleh salah satu bintangnya, Mesut Oezil. Dirinya mendapatkan perlakuan yang berbeda sebagai pemain Jerman keturunan imigran.

Bahkan sebenarnya perlakukan tidak menyenangkan ini sudah dialaminya ketika persiapan menjelang turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini. Oezil banyak mendapatkan cemoohan dari publik Jerman.

Pemicunya adalah pertemuan antara dirinya dan Ilkay Guendogan dengan presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Karna beberapa alasan itulah dirinya semakin mantab untuk memutuskan mundur dari Timnas Jerman paska Piala Dunia 2018.

Dalam akun Twitter-nya, dirinya lantas menulis panjang tentang unek-uneknya tersebut. Termasuk diantaranya alasan kenapa dirinya memilih mundur dari Timnas yang penyebab terbesarnya adalah perlakuan rasialisme dari Jerman.

Salah satu yang paling membuatnya geram adalah pernyataan dari Presiden Sepak Bola Jerman Reinhard Grindel, yang menuduhnya sebagai keturunan imigran yang tidak memiliki jiwa patriotik.

Lebih lanjut, Oezil menyebutkan jika orang-orang dengan latar belakang diskriminatif seperti itu tidak seharusnya memimpin sebuah federasi sepak bola di dunia yang banyak memiliki pemain dari keluarga dengan dua keturunan.

Bahkan saking kesalnya, Oezil menambahkan jika dimata Grendel dan para pendukungnya, dirinya Jerman ketika menang dan imigran ketika Jerman kalah. Tentunya hal seperti ini sangat menyakitkan hati sang pemain.

Terlebih lagi, begitu besar kontribusi salah satu bintang Premier League ini untuk kesuksesan Timnas Jerman beberapa tahun terkahir. Makanya wajar saja jika dirinya memilih untuk mundur dari Timnas lantaran merasa kurang dihargai.

Oezil menegaskan jika dirinya tidak berniat lagi untuk kembali ke Timnas Jerman selama masih ada rasisme serta tidak hormat terhadap para pemain, terlebih lagi dari para pemain keturunan imigran.

Meskipun jika dilihat, banyak sekali pemain sepak bola imigran yang memiliki kontribusi sangat besar terhadap Timnas yang dibelanya. Misalnya saja seperti Prancis, banyak sekali pemain keturunan yang berkontribusi besar mengantarkannya sebagai juara Piala Dunia 2018.

Sebenarnya keputusan Oezil mengundurkan diri ini sudah sangat tepat. Terlebih lagi hal ini sudah berkaitan dengan harga diri sang pemain. Makanya tak sewajarnya publik jerman memperlakukan salah satu bintang Liga Inggris ini dengan perlakukan yang sangat memalukan seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *