Kontribusi Ajax Amsterdam Pada Kejayaan Barcelona

0 Shares

Beberapa hari terakhir, jagat sepakbola Eropa dihebohkan dengan kembalinya kekuatan sepakbola Eropa yang telah lama tertidur lelap, Ajax Amsterdam. Salah satu kontestan Liga Champions yang secara mengejutkan berhasil menjungkalkan para kandidat kuat juara Liga Champions musim ini, sebut saja Real Madrid dan Juventus.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pemain Ajax yang bisa dikatakan memiliki skill di atas rata-rata. Dan, yang lebih mengejutkannya lagi, pada bursa transfer musim panas 2019 nanti banyak yang memprediksi jika banyak sekali para punggawa Ajax yang akan menjadi komoditi panas pada musim panas nanti.

Tidak perlu menunggu bursa musim panas 2019 dibuka, salah satu klub La Liga Spanyol, Barcelona bahkan sudah mencapai kesepakatan dengan salah satu gelandang paling diburu dalam beberapa tahun belakangan ini, Frenkie de Jong.

Pada hari selasa, 22 Januari 2019, koran di Belanda, De Telegraaf secara mengejutkan memberitakan jika gelandang berusia 21 tahun tersebut sudah resmi menjadi milik Barcelona dengan kesepakatan transfer mencapai 90 juta euro atau setara dengan Rp 1,44 triliun. Meskipun de Jong baru akan bergabung dengan Barca pada bursa transfer musim panas nanti.

Kabar kesepakatan tersebut sekaligus menjadikan sang gelandang sebagai pemain termahal Belanda sepanjang sejarah. De Jong mengalahkan rekor transfer milik bek tengah Virgil van Dijk yang didatangkan Liverpool dari Southampton dengan mahar sebesar 84 juta euro pada musim panas tahun lalu.

The Next Xavi Hernandez

Kapasitas de Jong dalam membuka ruang di lini tengah banyak yang mensejajarkannya dengan salah satu legenda hidup lini tengah Barca, Xavi Hernandez. Meskipun secara postur lebih tinggi dari Xavi, 180 cm, namun dirinya dikenal sebagai gelandang yang lincah dan kuat.

Selain itu, jika diingat-ingat, tubuhnya yang lansing dan tinggi mengingatkan pada tipikal para pemain Belanda di era kejayaannya, termasuk diantaranya mendiang maestro total fotbaal dan ikon revitalisasi Barcelona, Johan Cruyff.

Sejarah Ajax di Barcelona

Barcelona pada kepemimpinan manajer Louis van Gall dulu sempat dijuluki Barcajax, hal ini dikarenakan saking banyaknya para pemain Ajax Amsterdam yang kemudian pindah ke Barca.

Fenomena datangnya de Jong ke Barca kali ini di sisi lain akan mengembalikan sejarah Ajax di Barcelona yang dulunya dimulai dari kedatangan dua tokoh revolusi taktik sepakbola total footbaal Oranje pada periode 1970-an, yaitu pelatih Rinus Michels dan pemain serba bisa Johan Cruyff.

Pertanyaannya kemudian adalah dengan banyaknya para pemain andalannya yang diburu oleh para klub raksasa Eropa, apakah musim depan Ajax Amsterdam tetap mampu menjadi salah satu kekuatan sepakbola Eropa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *