Macan Ompong Itu Bernama Paris Saint-Germain (PSG)

0 Shares

Semua pastinya sepakat jika Paris Saint-Germain (PSG) adalah salah satu klub paling sukses di Ligue 1 Prancis dalam beberapa tahun belakangan ini. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya dalam meraih berbagai gelar prestisius, dan bahkan PSG berhasil memecahkan rekor dalam beberapa kompetisi.

Tercatat, PSG berhasil empat kali berturut-turut menjuarai Coupe de la Ligue, berhasil menjuarai 4 gelar Nasional dalam satu musim (Ligue 1, Coupe de France, Coupe de la Ligue, hingga Trophee des Champions), sampai menjadi satu-satunya klub yang berhasil menjuarai Coupe de France tanpa sekalipun pernah kebobolan.

Sayangnya, peraih enam kali gelar Ligue 1 ini masih saja belum mampu mewujudkan impiannya meraih gelar paling bergengsi di daratan Eropa, apa lagi jika bukan Liga Champions. Prestasi tebaik PSG di ajang ini hanya mampu mencapai semifinal pada musim 1994/1995.

Meskipun sebenarnya segala upaya sudah dilakukan oleh pihak manajemen. Mulai dari mendatangkan para pemain berlabel bintang hingga mendatangkan para pelatih kelas dunia. Dan yang paling ekstrim adalah memboyong Neymar dari Barcelona dengan mahar 222 juta euro atau sekitar Rp 3,7 triliun.

Tapi tampaknya nasib buruk belum juga menjauh dari PSG  di ajang Liga Champions. Yang terbaru, mereka dipecundangi oleh klub asal Premier League di babak 16 besar Liga Champions.

Dipecundangi Manchester United

Banyak para pengamat sepakbola yang memprediksi jika PSG bakal berbicara banyak di Liga Champions musim 2018/2019. Terlebih lagi secara kualitas pemain yang dimilikinya, bisa dikatakan PSG adalah klub yang dihuni oleh para pemain terbaik dan termahal di dunia saat ini.

Namun  ternyata hal tersebut bukanlah jaminan sebuah klub bisa berbicara banyak di Liga Champions. PSG secara dramatis harus mengakui keunggulan lawannya, Manchester United di babak 16 besar setelah kalah 3-1 pada leg kedua.

Padahal sebenarnya Setan Merah sendiri nyaris tersingkir. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer sempat kalah 0-2 di kandangnya sendiri pada pertemuan leg pertama. Lebih menyakitkannya lagi, banyak pemain pilar MU yang harus absen di leg kedua.

Mulai dari Paul Pogba yang terkena skorsing, Jesse Linguard, Nemanja Matic, Juan Mata yang harus berurusan dengan cedera. Meskipun demikian, secara mengejutkan MU berhasil membalikkan keadaan di Parc des Princes yang merupakan markas PSG dengan skor 3-1.

Melihat fenomena seperti itu, tidak mengherankan jika banyak pecinta sepakbola dunia yang menyebut penguasa Ligue 1 Prancis ini sebagai macan ompong lantaran hanya mampu tampil garang di Liga Domestik saja.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *