Manager Bhayangkara FC Mendesak PSSI Untuk Memberikan Hukuman Berat Bagi Persib

Perihal hukuman untuk Persib Bandung, manager Bhayangkara FC meminta agar sanksi diberikan seberat-beratnya. Pasalnya, insiden yang berakhir dengan kematian seseorang tidaklah bisa dimaafkan begitu saja.

Insiden yang melibatkan bobotoh dan pendukung Persija memang patut disayangkan. Pengeroyokan yang diikuti dengan tindakan keji seperti penyeretan dan penusukan yang berujung kematian jelas tidak dibenarkan. Tak pelak jika kasus ini menyisakan duka sangat mendalam.

Panpel Persib sebagai penyelenggara memiliki tanggungjawab untuk mengamankan laga. Jika ada kerusuhan, tentu panpel dan klub menjadi pihak yang patut disalahkan. Makanya, sanksi harus dijatuhkan sesuai insiden agar muncul efek jera.

Manager Bhayangkara FC Angkat Bicara Terkait Sanksi Untuk Persib

AKBP Sumardji selaku manager Bhayangkara sangat geram dengan insiden yang menewaskan salah satu supporter. Lantas, sang manager mendesak PSSI supaya mengambil tindakan tegas demi terwujudnya laga yang damai kedepannya.

Dikabarkan di laman Bola Rabu 26/9/2018 Sumardji mengatakan jika Persib selaku tuan rumah harusnya mendapatkan sanksi berat. Pasalnya, hukuman ini bisa meminimalkan terulangnya insiden yang menewaskan orang lagi.

Ia juga menambahkan jika panpel dan klub hanya dijatuhi hukuman ringan, kejadian seperti itu bakalan terulang kembali. Makanya, ia menyuarakan agar klub manapun yang melakukannya harus mendapatkan hukuman seberat-beratnya.

Sumardji juga mengklarifikasi atas statemennya. Ia mengatakan tidak benci dengan klub manapun, hanya saja ia meminta ketegasan dari PSSI. Keberanian PSSI dalam mengambil keputusan inilah yang akan mendorong suasana damai di ranah sepakbola nasional.

Sumardji Ilustrasikan Hukuman Yang Bisa Diputuskan PSSI

Tidak ada yang menyangkal jika Persib adalah klub elite Indonesia. Klub ini menjadi tempat singgahnya pemain top dunia. Contohnya adalah Essien.

Berstatus sebagai klub elite, pendukungnya juga tak kalah banyaknya. Namun begitu, harus ada kebijakan yang bisa menjamin keamanan saat melakukan pertandingan.

Insiden yang menewaskan supporter Persija menjadi bukti kurang baiknya dalam tahap pengamanan. Dan ini harus ditindak tegas untuk menyadarkan para supporter, dan khususnya bagi klub dan panitia penyelenggara.

Sumardji memberikan gambaran hukuman yang kemungkinan besar bisa membuat efek jera. Diantaranya adalah larangan ditonton pendukungnya kala melakoni laga kandang.

Larangan ini bisa diberikan dalam jangka tahunan. Dengan cara demikian, ada efek jera bagi oknum yang sering membuat keributan di tengah dan sehabis laga usai.

Tak hanya itu saja, Sumardji juga mencontohkan agar laga kandang Persib tidak dimainkan di ibu kotanya. Melainkan di kota lainnya.

Terlepas dari belum dijelaskannya hukuman, kemenpora telah membekukan liga Indonesia. Dikatakan bahwa pembekuan ini akan memakan waktu dua pekan. Khususnya untuk suasana berkabung serta menyelesaikan kasus yang baru saja terjadi.

Ketika kasusnya sudah selesai, liga akan dimainkan kembali. Dan hukuman bagi Persib akan segera dilayangkan. Baik itu larangan seperti yang diharapkan manager Bhayangkara FC atau hukuman lain yang dianggap pas untuk memberikan efek jera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *