Manchester United Kalah Atas Watford, Siapa yang Pantas Disalahkan?

0 Shares

Berita mengenai Manchester United kalah atas Watford sangat menggemparkan. Pasalnya, klub berjuluk Setan Merah tersebut takluk oleh klub yang sama sekali tidak diunggulkan. Tentu bukan tanpa alasan. Setiap hal pasti ada faktor penyebabnya.

Sama seperti halnya klub-klub lain. Selalu ada orang yang disalahkan. Dan setidaknya ada satu orang yang banyak mendapatkan kritikan. Ia adalah sang kipper, David De Gea.

Manchester United Kalah Berawal dari Blunder

Di atas kertas, Manchester United jelas diunggulkan. Apalagi melihat kemenangan demi kemenangan yang akhir-akhir ini mereka dapatkan. Ketika pertandingan Manchester United vs Watford, sudah bisa dipastikan banyak orang menebak MU mendapatkan kemenangan besar.

Faktanya berkebalikan. Manchester United keok dengan skor 2-0. Gol pertama terjadi akibat blunder yang dilakukan oleh sang penjaga gawang, De Gea.

Seharusnya, bola bisa dengan sangat mudah diamankan oleh De Gea. Tendangan pemain Watford, Ismaila Sarr, tidak begitu keras. Sayangnya, bola tidak bisa ditangkap dengan sempurna oleh De Gea. MU pun tertinggal dengan skor 1-0.

Petaka terjadi lagi di babak kedua. Sang wasit menghadiahkan tendangan pinalti. Troy Deeney yang menjadi eksekutornya berhasil menyarangkan bola ke gawang De Gea. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pantas jika De Gea mendapatkan kritik tajam dari fans. Memang kekalahan Manchester United tidak 100% disebabkan oleh sang penjaga gawang. Akan tetapi, awal dari petaka tersebut terjadi ketika De Gea melakukan blunder.

Pogba Merumput Lagi Bersama MU

pogba galendang manchester united

Kekalahan Manchester United tersebut menjadi kabar buruk. Namun, ada kabar baik menyertainya. Gelandang andalan MU kembali merumpu. Ia adalah Paul Pogba.

Pemain asal Prancis ini akhirnya diturunkan oleh sang pelatih, Solskjaer setelah timnya kalah 2-0. Sayangnya, diturunkannya sang gelandang andalan tersebut tidak membuat MU membuat gol tambahan.

Bahkan, setelah pertandingan berakhir, sang pelatih tidak membuat bantahan. Ia mengakuti bahwa timnya tidak bermain apik. Skuadnya bermain di bawah standard, bahkan setelah Paul Pogba sudah diturunkan sekalipun. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengalahkah tim juru kunci.

Meskipun demikian, sang pelatih optimis melihat pertandingan selanjutnya. Dengan merumputnya Paul Pogba di atas lapangan, sang pelatih bisa melakukan ekspolorasi lebih luas. Karena ia merasa bahwa lini tengahlah yang kurang bagus.

Sebelum tutup tahun 2019 ini, ada dua pertandingan lagi yang harus dilakoni oleh Manchester United. Yaitu melawan New Castle pada tanggal 27 dan Burnley pada tanggal 29. Pertandingan tersebut bisa disaksikan melalui stasiun TV yang sudah bekerjasama dengan penyelenggara pertandingan atau melalui aplikasi nonton bola streaming online.

Yang pasti, dua pertandingan tersebut sangat menentukan bagaimana Pogba membuktikan diri menjadi pemain yang layak dipertahankan. Ia mungkin yang akan menjadi penentu apakah Manchester United kalah atau memang di dua pertandingan yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *