Pemain Barca Belum Siap, Legalkah Sepak Pojok Trent Alexander-Arnold?

16 Shares

Ada kejadian yang tak biasa terjadi pada laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona. Eksekusi sepak pojok yang dilakukan oleh bek muda The Reds, Trent Alexander-Arnold tidak biasa terlihat dalam laga-laga pada umumnya.

Sesaat sebelum melakukan sepak pojok, Alexander-Arnold nampak ingin mempersilahkan Xherdan Shaqiri untuk melakukannya. Melihat hal itu, para permain Barca mencoba mengatur kembali posisinya masing-masing.

Di tengah situasi yang lengah ini, Alexander-Arnold melihat Origi berdiri tanpa mendapat pengawalan ketat dari para pemain Barca. Dengan cepat, dirinya langsung mengirim umpan ke Origi yang setelah itu berhasil mengkonversikannya menjadi gol ke empat untuk The Reds.  Pertanyaannya kemudian adalah apakah itu legal untuk dilakukan?

Jawabannya adalah legal dengan apa yang dilakukan oleh Alexander-Arnold. Sebab dalam prosedurnya tidak ada ketentuan yang mengatur bahwa sepak pojok harus dilakukan dalam keadaan siap atau menunggu aba-aba peluit terlebih dahulu dari wasit. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut prosedur lengkapnya:

Pertama, bola harus ditempatkan di area sepak pojok dan dekat dengan titik dimana bola sudah melewati garis gawang.

Kedua, bola tidak boleh bergerak dan ditendang oleh seorang pemain dari tim yang menyerang.

Ketiga, bola kembali ke permainan ketika ditendang dan bergerak dengan jelas. Tidak harus meninggalkan area sepak pojok.

Keempat, tiang bendera yang ada di area sepak pojok tidak boleh dipindahkan.

Kelima, lawan berjarak minimal 9,15 meter dari area sepak pojok sampai bola kembali dalam permainan.

Jika melihat prosedur sepak pojok di atas, maka gol dari Divock Origi dan eksekusi dari Alexander-Arnold bisa dikatakan sah. Sebab dalam prosedur tersebut tidak ada sama sekali ketentuan yang menyebutkan jika seorang eksekutor tendangan pojok harus menunggu terlebih dahulu aba-aba dari wasit.

Sepak pojok justru tidak sah jika sang eksekutor menyentuh bola dua kali sebelum bola tersebut menyentuh pemain lain. Atau eksekutor menendang bola sekuat tenaga yang diarahkan ke pemain lawan dengan tujuan supaya bola bisa dimainkan kembali.

Jadi dari sini bisa dilihat jika ada pihak yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Alexander-Arnold itu ilegal sehingga gol dari Origi juga harus dianulir hanyalah omongan tidak berdasar. Toh nyatanya wasit yang memimpin pertandingan antara Liverpool VS Barcelona juga megesahkan gol tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *