Simon McMenemy Hanya Akan Masukkan 4 Pemain Naturalisasi Di Timnas Indonesia

0 Shares

Meskipun belakangan ini cukup banyak pemain yang memutuskan menjadi WNI, namun tampaknya pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy tidak akan memberi banyak kesempatan mereka untuk membela Timnas.

Sejak tahun 2010, PSSI era kepemimpinan Nurdin Halid banyak melakukan proses naturalisasi dengan alasan untuk mengangkat performa Timnas Garuda di pentas Internasional.

Namun jika dilihat sepanjang periode 2017-2018, tercatat hanya ada tiga pemain naturalisasi yang mendapatkan kesempatan membela Timnas Indonesia, Stevano Lilipaly, Ezra Wallian, dan Alberto Goncalves.

Padahal jika dilihat sebenarnya total ada 27 pemain naturalisasi yang bisa membela Timnas. Yang terakhit ada Fabiano Beltrame dan Yoo Jae-hoon yang saat ini terpantau sedang menjalani proses menjadi WNI.

4 Pemain Naturalisasi Di Timnas Indonesia

Pada Kamis 21/2/2019 kemarin, PSSI resmi mengumumkan 27 pemain yang akan dipanggil mengikuti pemusatan latihan untuk Timnas Senior Indonesia. Dari 27 pemain tersebut hanya ada empat pemain naturalisasi yang dipanggil.

Keempat pemain tersebut adalah Stefano Lilipaly, Greg Nwokolo, Ilja Spasojevic, dan Otavio Dutra. Meskipun sebenarnya Otavio Dutra baru saja selesai mengurus proses kepindahannya menjadi WNI.

Jika melihat kemampuan individu dari keempat pemain naturalisasi tersebut, pastinya tidak perlu diragukan lagi. Selain itu grafik performa mereka di level klub juga bisa dikatakan tengah menanjak.

Bisa dibilang jika dalam konsisi on fire, sulit para pemain lokal Indonesia untuk menandinginya. Misalnya saja Spaso dan Greg, dua penyerang elit yang ada di pentas kompetisi domestik.

Demikian juga dengan Lilipaly, seorang gelandang serang yang sampai saat ini selalu diandalkan Timnas sejak era kepalatihan Alfred Riedl pada Piala AFF 2016. Bahkan bisa dibilang rapornya selalu hijau.

Di sisi lain, meskipun secara usia sudah tidak muda lagi, Dutra bisa dikatakan sebagai salah satu stoper terbaik yang ada di Liga 1 Indonesia. Bahkan dirinya selalu menjadi rebutan para klub elite yang ada di Indonesia.

Jika dilihat lebih jauh lagi, apa yang dilakukan oleh Simon ini adalah hal yang cukup wajar. Tidak ada maksud untuk meremehkan kualitas dari para pemain lokal. Apalagi sebagai seorang pelatih, dirinya dituntut untuk bisa mengangkat performa Timnas Indonesia ke arah yang lebih menjanjikan lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *