Start Paling Buruk Real Madrid di Liga Champions

6 Shares

Liputanbola.info – Situasi yang sangat jarang dialami oleh Real Madrid. Klub asuhan pelatih Zinedine Zidane ini biasanya sangat kuat jika tampil di Liga terbaik antar klub Eropa, yakni Liga Champions. Bahkan bisa dikatakan jika dalam sepuluh tahun terakhir ini, Madrid merupakan penguasa Champions League.

Berbeda dengan Liga Champions musim 2019/2020, Sergio Ramos dkk penampilannya bisa dikatakan sangat jauh dari harapan. Bahkan bisa dibilang sangat mengecewakan. Dalam dua laga fase grup yang sudah dilakoninya, Madrid sudah kalah sekali dan imbang sekali.

Setelah kalah 0-3 di kandang PSG, pasukan Zidane mengusung misi kebangkitan saat menjamu Club Brugge di Santiago Bernabeu. Namun sayangnya pada pertandingan tersebut Madrid harus bermain imbang 2-2.

Los Blancos bahkan nyaris kalah ketika Club Brugge berhasil membobol gawang Thibaut Courtois dua kali pada babak pertama. Beruntung, gol dari Casemiro dan Ramos berhasil menyelamatkan muka Madrid di kandangnya sendiri.

      Baca Juga: Bek Andalan Manchester United Lebih Lama Menepi

Dengan dua hasil minor tersebut, Madrid berada di posisi keempat alias posisi paling buncit Grup A. Dan hasil ini menjelaskan jika kesulitan El Real belumlah sirna. Meskipun salah satu bintang yang baru dibelinya, Eden Hazard sudah pulih dari cedera dan mulai dimainkan.

Satu-satunya catatan buruk yang pernah dialami Madrid sebelumnya tercipta pada musim 2002/03, juga dengan sekali kalah dan sekali imbang. Pada waktu itu Madrid takluk ditangan AC Milan dan bermain imbang saat melawan Lokomotiv Moskow.

Kemudian pada musim 1995/96, Madrid mengawali laga dengan kekalahan 0-1 dari Ajax Amsterdam, namun berhasil bangkit dengan mengalahkan Grasshoppers pada pertandingan kedua fasa Grup Liga Champions. Sayangnya kondisi ini tidak terjadi pada musim ini.

Menanti Real Madrid Melawan Galatasaray

Karim Benzama dan kolega bukan tanpa usaha. Sang pelatih sempat memuji reaksi timnya pada babak kedua yang berhasil mengejar ketertinggalan dua gol. Bahkan sebenarnya Madrid berpotensi untuk memenangkan laga ini, namun sayangnya para penyerang Madrid justru membuang banyak peluang.

Hasil minor ini membuat Real Madrid sementara ini menghuni dasar klasemen Grup A dengan kolekasi satu poin. Kedepannya masih ada empat pertandingan sisa yang wajib dimenangkan jika ingin lolos dari fase grup.

Pada matcday ke-3 nanti, pasukan Zinedine Zidane bakal menyambangi markas Galatasaray. Laga tersebut bisa dikatakan sebagai laga hidup mati untuk Real Madrid dan hanya kemenangan yang bisa diterima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *